A diabolo,qui est simia dei.

superseded by the darker

Identitas Dunia Maya

 

Identitas diri kadang dan lebih seringnya dilihat sebagai informasi sederhana tentan gseseorang. Namun kalau ditelusur lebih dalam, identitas diri tidak sekedar mengenali diri secara individu. Keluarga, teman, kecamatan dan sebagainya punya kepentingan terhadap identitas diri kita. bahwa kita masih seperti dulu, sudah berganti data, atau sudah beralih profesi. Identitas diri bisa menjadi kebanggaan atau malapetaka. Itulah mengapa banyak orang bangga dengan identitasdiri, tetapi juga banyak yang menutupinya.Mengapa banyak orang memiliki identitas diri yang berbeda di dunia nyata dan dunia maya?Identitas diri dan lingkungannya sangat erat kaitan dan kepentingannya. Lingkungan terpentingseseorang adalah orang lain! Meskipun kita membangun identitas diri, memaknai diri, bahkan membangun Branding diri, kita tetap harus berhadapan dengan orang lain yang memberikan narasi  berbicara tentang identitas kita tanpa sepengetahuan kita. Filsuf informasi terkenal, Floridimengatakan kita saling membangun identitas dan itu mempersulit kita membangun identitas diri.Banyak orang bercerita tentang diri kita dengan kacamata dan interpretasi sendiri; kemudianmenghasilkan identitas diri kita dari kacamata orang lain

 bisa baik, bisa buruk.Guru yang memarahi siswanya di dalam kelas membangun identitas buruk si siswa tetapi sisiswa tidak bisa mengontrolnya. Seorang pimpinan yang mengolok-olok anak buahnya, membangunidentitas anak buahnya tanpa si anak buah mampu mengontrolnya. Demikian pula anak buah mampumembangun identitas pimpinannya tanpa si pimpinan mampu mengontrolnya.Identitas diri tidak sekedar untuk kepentingan seseorang, tetapi bisa dalam skala nasionalmaupun internasional. Bisa saja seorang kepala negara membangun identitas negara atau kepalanegara lain. Osama Bin Laden adalah orang yang diberikan identitas oleh orang lain tanpa dia bisamengontrolnya dan identitasnya kemudian mempengaruhi organisasinya. Demikian pula presidenKorut. Kita tidak mendapatkan identitas dari Kim Jong-Un sendiri tetapi dari orang lain. Identitas yang diberikan untuknya, juga membangun citra negaranya.Identitas diri sangat dipengaruhi oleh lingkungannya dan sebaliknya, di lingkungan manaseseorang berada, dia juga menunjukkan identitas diri. Kita pun sering membuat narasi tentang oranglain dan membangun identitas orang lain.

Dalam dunia maya atau Infosphere online game, second life, dan jejaring sosial Identitas seseorang juga dipengaruhi lingkungannya. Menurut filsuf informasi terkenal Floridi komunitas online merupakan jaringan dinamis dan interaktif dimana individu tidak dapat berdiri sendiri tetapimenjadi bagian dari komunitas. Identitas individu ditentukan oleh komunitasnya yang membentuk dirinya memiliki PIO ( personal identity online).Infosphere bukan lagi merupakan media, tetapilingkungan dimana komunitas maupun individu terus membentuk identitas. Yang menarik dalam dunia maya adalah karena terutama di Indonesia—tidak semua orangmenggunakan identitas diri dunia nyata. Banyak orang menggunakan identitas yang berbeda denganidentitasnya di dunia nyata. Identitas dalam  facebook atau email  tidak selalu sama dengan identitas asli. Dalam online gaming, identitas seseorang diganti sendiri oleh pemilik. Teknologi informasi dankomunikasi merupakan teknologi Egopoietic yang mampu mempengaruhi siapa diri kita sebenarnya,siapa kita menurut kita, siapa seharusnya kita, dan menjadi siapa diri kita nantinya. Karena teknologimampu mempengaruhi membran pasca-kesadaran dan hubungan online mampu menceritakan siapadiri kita menurut komunitas, maka dunia maya benar-benar mampu mempengaruhi identitas diri.Dalam game online kita bisa memperkenalkan diri sebagai seorang pria, meskipun kita wanita, atau sebaliknya. Antropolog mulai meneliti identitas diri dalam game online dan ingin mengetahui apakah ada kesamaan identitas online dan offline. Yang menarik adalah karena dari pertemuan Online bisa berlanjut ke pertemuan offline di alam nyata. Suami istri bisa bercerai karenadunia maya, atau sebaliknya dua orang bertemu secara online dan kemudian menikah secara offline di alam nyata. Ada batas tipis antara dunia maya dan dunia nyata. Identitas diri bisa berbeda di duniamaya tergantung bagaimana kita menciptakannya. Namun identitas diri selalu berkaitan dengankomunitasnya. Komunitas memberikan kita identitas dan kita memberikan mereka identitas. Ada yang senang, ada yang marah, ada yang galau.

*Ida Fajar PriyantoPhD Information Science, University of North Texas„ USAidafajarpriyanto@yahoo.com

TUGAS PTK

rhamphotheca:

Black Bear in Daytona Beach, Florida, Lives by His Own Rules…
(via: Gawker)

rhamphotheca:

Black Bear in Daytona Beach, Florida, Lives by His Own Rules…

(via: Gawker)

people just lovin nick. but albert is better than him,i guess

(Source: julesforpresident)

The Raid 2 : Berandal

harusnya post ini ada di minggu lalu tapi karena masalah koneksi maka akhirnya posting terjadi di hari ini. basi.

Sebagai salah satu film dalam negeri yang ditunggu semenjak trailer nya muncul di akhir tahun lalu, The Raid 2 Berandal adalah sekuel dari The Raid yang juga mengundang banyak perhatian orang banyak karena pertarungan antara Iko Uwais melawan para Gangster dan abangnya sendiri sebelum akhirnya mereka melakukan duet maut melawan Mad “gak ada gregetnya” dog. Kisah ini berlangsung tidak jauh setelah The Raid pertama,hanya saja kisah di Berandal lebih kompleks dan bertensi tinggi, Diharapkan orang yang memang mempunyai lemah jantung tidak menonton film ini. Kisah dimulai dari adegan geng Bejo (Alex Abbad) sebagai salah satu geng yang mulai merangkak naik ke permukaan, membunuh Andi (Donny Alamsyah).  Setelah Rama (Iko Uwais) berhasil menangkap polisi korup Wahyu (Pierre Gruno) dan membunuh Bos Tama (Ray Sahetapy) Kali ini Rama ditugaskan dengan sebuah misi yang mungkin bisa dibilang misi bunuh diri, Bunawar (Cok Simbara) dari satuan polisi yang berbeda dari korps Rama yang terdahulu menugaskan Rama yang akhirnya menyamar sebagai Yudha untuk dipenjara agar bisa mendekati Uco (Arifin Putra) putra dari bos mafia Bangun (Ray Sahetapy) agar bisa menyusup kedalam organisasi dan mengungkap kebusukan dari komplotan keluarga Bangun dan Komplotan Yakuza yang dikepalai Goto yang bekerjasama dengan Bangun dalam memerintah setiap lingkup dunia gelap Jakarta. Didalam keluarga Bangun ada seorang tangan kanan bernama Eka (Oka Antara) yang sangat loyal terhadap Bangun.

Didalam Penjara Rama alias Yudha harus menarik perhatian dari Uco dan melindungi Uco agar mendapatkan perhatian dari Uco sendiri, dan adegan dari dalam tirai besi ini benar-benar membuat para penonton berteriak sesekali menutup mata, Iko Uwais yang tingginya tak seberapa patut diacungi jempol karena kelihaiannya mengalahkan musuh-musuhnya, Adegan pertarungan sadis adalah bumbu utama dari film ini selain itu banyaknya Aktor maupun aktris kenamaan yang muncul didalam film ini mampu menjadi nilai jual yang baik, ketimbang The Raid pertama Berandal sangat lebih matang dari segi cerita,tidak hanya menjual adegan berdarah saja namun juga terdapat nilai dalam ceritanya.

Selain segi cerita Scoring dari film ini juga sangat baik, tanpa Aria Prayogi dan Fajar Yuskemal mungkin sang Sutradara Gareth Evans tidak dapat memenuhi sisi magis dari film ini. scoring adegan Prakoso di gang samping pub dan final battle melawan Kerambit Man adalah yang paling juara menurut saya ditambah lagi adegan kejar-kejaran mobil yang ribet yang mengharuskan Merantau Films menutup jalanan Blok M dari pukul 6 pagi hingga 6 sore dan benar saja semua pengorbanan itu tidak sia-sia, jangan lupakan Yayan Ruhian, disini ia masih bermain sebagai Prakoso pembunuh bayaran keji yang akhirnya mati ditangan Kerambit Man, yang saya bingungkan kenapa disini Yayan mempunyai Istri Marsya Timothy yang hot dan kenapa di Jakarta ada salju? Ada juga Eppy Kusnandar yang bekerja sebagai pedagang CD porno, apakah benar industri film esek-esek seperti itu? Ah baiknya anda saksikan sendiri film ini ada banyak kejutan pemain maupun cerita sadis dan siksaan yang ditampilkan pun lebih lama dibandingkan The Raid sebelumya dan Julie Estelle sangat hot! Anjing! Hot sekali! Inti dari film ini adalah Jangan jadi polisi, Harga diri itu mahal harganya, kejar-kejaran mobil juga mahal, dan keluarga adalah prioritas utama. Gareth Evans kamu anjing!